Thursday, January 31, 2019

Aku Mengenal Dia


Dimana masa SMA yang menyenangkan aku mulai mengenal dia. Bermula dari salah satu media sosial yang paling populer kala itu, beberapa kali salah satu akun media sosial sering kali muncul di beranda facebook ku. Penesaran, seperti mengenalnya tapi entah dimana.

Dan aku mulai memberanikan diri untuk menyapa dia melalui pesan facebook, lama dia merespon pesan yang aku kirimkan.
Setelah beberapa hari akhirnya pesan ku dibalasnya, kita mulai sering berbalas pesan lewat pesan facebook. Aku mulai berfikir untuk meminta nomor telepon dia, tetapi kala itu dia malah kirim pin BBM nya. Selanjutnya kita saling chatting, tanya kabar ini itu.

Setelah beberapa minggu kita tidak pernah saling menghubungi. Dia menjalankan hari - harinya seperti biasa, aku pun begitu. Akhirnya hal yang paling diinginkan pada masa SMA waktu itu tiba, yaitu kelulusan.
Sesekali aku melihat postingan - postingan dia yang muncul di beranda media sosial ku, dengan spontan layaknya seorang teman, aku mengomentari dengan kata "Sombong", dan kita hanya berbalas beberapa kali saja.

Tidak jarang aku meminta nomor teleponnya, karna memang dahulu aku sering ganti hp. Aku pernah berniat untuk menjalin hubungan dengannya, tapi selalu mengurungkan niatku kembali untuk menyatakan perasaanku.

Setelah 4 tahun kelulusan tidak saling menyapa dan berkabar. Pada satu hari untuk kesekian kalinya aku meminta nomor teleponnya lagi. Dan pada hari itu kita mulai saling memberikan kabar dan perhatian satu sama lain, entah apa yang ada difikiran ku waktu itu.

Kisah percintaanku mungkin tidak sebegitu mulus, sering sekali dikecewakan oleh beberapa teman wanitaku.
Pada akhirnya aku memberanikan diri untuk mengutarakan niatku dengannya, mengutarakan perasaan yang selama ini tidak pernah tersampaikan. 
Mendengar jawaban positif darinya, senang rasanya. Kenapa akhirnya sekali lagi aku berani untuk menjalin hubungan kembali, karna aku mengenal dia, dan mulai serius pada hubungan.

Kamu akhirnya menjadi teman dan sahabat dalam perjalanan yang cukup menyenangkan, sebuah perjalanan menyusuri ruang-ruang maya yang dingin dan beku. Sebuah percakapan ringan melompat dari satu masalah ke masalah lain, dari satu topik ke topik lain.

Terpisah oleh waktu, tapi terhubung oleh cita.

*Sila

No comments:

Post a Comment

Kuat Dalam Nurani