Sunday, February 3, 2019

Kamu Adalah Salah Satu Alasanku Untuk Bahagia. Tetaplah Di Sini, Jangan Pergi.


Sulit bagiku untuk membuka hati pada sembarang wanita, meski mereka telah datang silih berganti. Bukan karena aku tak menyukainya, tapi memang hati ini saja yang belum siap menerima. Aku tahu, kamu mungkin menganggapku kuno karena lemah dalam persoalan asmara, pun dengan bahasan-bahasan cinta. Tak mengapa, itulah aku yang dengan gembira menyambutmu sebagai cinta terakhir.


Pilihanku terhadapmu selalu kusemogakan sebagai sebuah jalan yang benar, dan menuntunku pada singgasana kesetiaan. Kamu adalah cinta terakhir yang selalu kusematkan dalam jiwa.

Darimu, aku banyak belajar tentang arti menerima. Menyempurnakan segala kekuarangan menjadi sebuah kelebihan, sehingga terus belajar menjadi sosok pasangan idaman.

Awal perkenalan kita memang sudah cukup lama, sehingga kamu dan aku sudah paham apa itu arti saling menerima. Bukan hanya menerima kelebihan sebagai sepasang kekasih yang cantik dan tampan, tapi juga berusaha menyempurnakan segala bentuk kekurangan. Kini, kamu telah ku anggap sebagai guru yang dengan tulus Tuhan kirimkan, untuk memperbaiki segala kelam di masa lalu.

“Jangankan untuk pergi, bergeser sedikitpun aku sudah enggan dan tak pernah mau.”


*Sila

No comments:

Post a Comment

Kuat Dalam Nurani